Kalau Anda harus memberikan satu tips yang bisa mengubah hidup, apa itu?
Beranilah menghadapi permasalahan, sekecil atau bahkan seberat apapun itu. Yakinlah selalu bahwa setiap permasalahan dalam hidup sudah diciptakan Allah lengkap satu set dengan penyelesaiannya. Kita sebagai manusia hanya diminta ikhlas dan sabar dalam menghadapi semuanya.
Hidup tak selalu sesuai dengan apa yang kita mau, dan kadang hal itu membuat kita kehilangan semangat, bahkan hingga berputus asa. Inilah titik paling krusial yang akan menentukan hidup seperti apa yang akan kita jalani di kemudian hari.
Setiap manusia, dalam hidupnya, tentu akan dihadapkan pada berbagai masalah dan ujian hidup. Tak jarang membuat kita merasa sebagai orang yang paling sengsara di dunia ini. Kenapa harus aku? Bagaimana aku menghadapinya? Harus mulai dari mana dulu? Setelah ini harus bagaimana? Apakah hasilnya nanti akan sesuai harapanku? Dan sebagainya, dan sebagainya. Berbagai tanya akan berputar putar di kepala kita, hingga seringkali membuat kita over thingking, putus asa, nyaris menyerah dan membuat kita nyaris tiada daya.
Jika sudah memgalami hal ini, sebagai seseorang yang mempercayai adanya Allah, hal pertama yang aku lakukan adalah menyerahkan segala urusanku kepadaNya. Laa hawla walaa quwwata illa billah (tiada daya dan upaya kecuali atas kehendakNya). Yang berikutnya, berusaha menenangkan diri agar tetap bisa berpikir jernih. Setelah itu berikhtiar perlahan sambil terus berdo’a agar selalu diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapinya. Barulah setelah itu secara bertahap mulai berproses. Di tahap inilah keberanian itu sangat dituntut. Jangan berorientasi pada hasil, fokus saja pada proses yang harus dijalani. Yang penting kita sudah berikhtiar semaksimal mungkin.
Biasanya, setelah sekian lama, entah kapan…. setiap proses yang pernah kita lalui akan mulai menampakkan hasil, perlahan tapi pasti. Disitulah perubahan-perubahan dalam hidup kita mulai membayang.
Dari aku, yang hampir tak mampu mendapat gelar diploma karena menjadi yatim sejak lulus SD dan mengalami keterbatasan finansial keluarga di masa remaja.
Dari aku, yang menjadi ibu dari anak pertama yang terlahir tunarungu. Saat ini putri pertamanya itu duduk di bangku kuliah sebuah Fakultas Hukum di Negeri ini, dan aktif di beberapa organisasi kampus. Sebelumnya putrinya ini menyelesaikan masa pendidikan di sebuah Ponpes Putri di Mantingan.
Hidup memang terkadang tak sesuai dengan apa yang kita mau. Tapi kita masih mampu mengubahnya menjadi jauh lebih baik dari yang kita kira.
Yang penting, kita berani menghadapinya dengan lapang dada, lalu mengikhtiarkannya sebaik mungkin. Selebihnya, kita mohonkan yang terbaik pada kehendakNya. Hanya Allah yang lebih mengetahui apa yang terbaik untuk ummatNya.
Tinggalkan komentar