
Ketika seorang anak terdeteksi mengalami keterbatasan pendengaran, maka saat itu pula diharapkan anak tersebut segera mendapatkan penanganan yang tepat. Pemakaian alat Bantu Dengar, merupakan salah satu bentuk penanganan yang dapat dijadikan solusinya.
Yang menjadi masalah kemudian adalah, apakah Alat Bantu Dengar tersebut dapat membantu seorang anak Tuli untuk mendengar? Banyak orang yang meragukan hal ini.
Sebuah alat bantu dengar tentu saja dapat membantu seorang tuli mampu mendengar. Ibaratnya sebuah ban bocor, sebuah alat bantu dengar dengan jenis dan settingan yang tepat, tentu akan membantu memenuhi kebutuhan pendengaran anak – anak kita yang terlahir tuli. Meski memang pada prakteknya, hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu waktu dan proses panjang, untuk membuat pemakaian sebuah alat bantu dengar menjadi efektif dan tepat guna, dengan hasil yang optimal.
Seringkali para orang tua dari anak-anak tuli ini merasakan kegalauan yang luar biasa. Proses yang harus dilalui memang begitu panjang dan serasa berputar putar. Tak jarang membuat kita putus asa, merasa gagal ataupun merasakan bahwa semua upaya itu rasanya sia – sia, tanpa hasil yang menggembirakan.
Mungkin ada beberapa catatan yang dapat saya share disini, agar pemakaian alat bantu dengar dapat memperlihatkan hasil yang optimal. Semua didasarkan pada pengalaman mendampingi putri saya, yang menggunakan alat bantu dengar selama 9 – 10 tahun.
Sebuah Alat Bantu Dengar dapat berfungsi secara optimal, jika :
- Alat bantu dengar tersebut mampu memenuhi kebutuhan pendengaran anak, sesuai dengan derajat gangguan pendengarannya (Ringan, sedang atau berat).
- Settingan alat sesuai dengan kebutuhan pendengaran anak.
- Pemakaian Alat Bantu Dengar dilakukan di usia dini.
- Habilitasi/ Pembiasaan dilakukan segera setelah pemakaian Alat.
- Anak langsung diikutkan terapi wicara ataupun terapi mendengar (AVT).
- Pemberian stimulus suara sesering mungkin di lingkungan rumah secara bertahap dan konsisten.
- Service perawatan Alat Bantu Dengar dilakukan secara rutin dan berkala 3 – 6 bulan sekali, untuk menjaga agar kondisi Alat Bantu Dengar tetap prima.
- Evaluasi pemeriksaan pendengaran secara rutin dan berkala melalui FFT (Free Field Test). Biasanya dilakukan setiap 3 – 4 – 6 bulan sekali. Untuk memastikan settingan Alat masih sesuai dengan kebutuhan pendengaran anak.
Semoga ulasan ini dapat bermanfaat, bagi para orang tua yang baru saja mendengar vonis keterbatasan indera pendengaran putra/ putrinya. Atau bagi para orang tua yang baru saja melengkapi putra/ putrinya dengan Alat Bantu Dengar. 🙏🙏🙏
Tinggalkan komentar