Aku, Bullying dan Prestasi


Aku terdiam menahan kesal,

Tertunduk terpekur dan berfikir

Haruskah kata – kata kasar itu selalu tertuju padaku?

Kenapa???

Kenapa harus aku???

Anjing, bangsat, goblok, tolol, bego….

Apakah aku memang begitu?

Lalu kenapa….

Kau selalu meminta tolong padaku

Tentang pelajaran yang tak kau mengerti???

Katamu aku anjing dan bangsat,

Kamu bilang aku juga bego dan tolol,

Bahkan aku sering kau katai goblok…

Aku tak habis pikir,

Sudah hilangkah nuranimu?

Sudah mati kah rasamu?

Semudah itukah kata – kata kasar meluncur dari bibirmu?

Menghiasi hari – hariku hampir setiap kita bertemu.

Kau juga sering berbicara padaku dengan nada tinggi dan menghentak.

Aku memang tuli

Tunarungu,

demikian orang mengistilahkan

Dibantu alat hanya untuk mendengar.

Tapi itu bukan berarti kau harus berbicara dengan cara seperti itu padaku.

Semakin kau remehkan aku,

Semakin aku ingin menunjukkan padamu bahwa aku mampu berprestasi lebih baik darimu.

Dan itu berarti….

Semakin kau membenciku,

Mungkin….

Hingga kini aku tak tau salahku padamu.

Katanya kau sering dibuat emosi olehku.

Apa yang membuatmu emosi?

Karena setiap kali aku berkata kamu memang selalu emosi.

Bagaimana aku mampu…

Menghindari kata – kata kasar itu darimu.

Hatiku mulai sakit….

Kepalaku mulai berdenyut denyut,

Dan aku tak tahan lagi…..

Tapi hidupku terus berlanjut.

Entah sampai kapan kau katai aku.

Satu yang aku yakin…

Aku harus menjadi pribadi yang lebih kuat lagi.

Agar dapat memberikan pelajaran berharga kepadamu.



Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.

Atas ↑