Hasil FFT terbaik selama belasan tahun mendampingi Azel. Sebelum mapping implant dan setting ulang ABD, ternyata semua frekwensi sudah masuk area wicara. Berkah pondok, kalau boleh kami katakan demikian. Perkembangan pesat respon mendengar dan wicara Azelia putri kami, tak terlepas dari hal yang satu ini. Bahkan dari sebelum putri kami dinyatakan lolos testing masuk dan... Continue Reading →
Belajar Menulis Blog
Saat itu tahun 2016, Suamiku meminta kesediaanku untuk belajar menulis. Ia ingin agar pengalamanku mendampingi proses intervensi pendengaran Azelia putri kami, tercatat dalam sejumlah tulisan. Tulisan yang mungkin akan dibaca kembali olehku atau para orang tua lain yang mempunyai anak berkebutuhan khusus seperti Azelia. Azelia adalah putri pertama kami yang terlahir tunarungu. Ia juga merupakan... Continue Reading →
Ketika Anak Mengalami Penurunan Respon Dengar Berulang.
Perangkat implant koklea yang mensupport pendengaran telinga kiri Azelia. Awalnya, kukira ketika seseorang terdiagnosa tunarungu, takkan ia mengalami lagi penurunan respon dengar. Ternyata ada beberapa diantaranya yang masih harus mengalami penurunan respon dengar. Progressive Hearing Loss, demikian istilahnya. Aku baru mengetahuinya, ketika Azel putriku mengalaminya di akhir tahun 2015 lalu. Kembali terulang di awal maret... Continue Reading →
Keterkaitan antara Berkegiatan dan Perkembangan Respon Dengar.
Kegiatan Azelia selama menjalani masa pendidikan di Pondok tahun ajaran 1442 - 1443 H. Mungkin bagi para santri lain pada umumnya, berkegiatan semacam ini terkesan biasa saja. Sesuatu yang biasa dijalani, sebagai upaya meningkatkan kualitas diri dan kedisiplinan serta kreativitas. Namun tidak demikian halnya bagi seorang anak tunarungu seperti Azel. Menjalani kegiatan seperti ini membutuhkan... Continue Reading →
Makna 17 tahun Bagi Azelia dan Kami Sekeluarga.
Pendengarannya boleh terbatas, namun tidak demikian dengan masa depannya. Usia 17 tahun merupakan gerbang menuju kedewasaan. Di usia ini pula seorang anak mulai bisa mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Izin Mengemudi (SIM)-nya untuk pertama kali dalam hidup mereka. Tak sedikit pula anak-anak remaja yang merayakannya bersama teman-teman mereka. Istilah perayaan sweet seventeen begitu... Continue Reading →
Mendengar dengan 2 Telinga, Lebih Baik.
Part 2_Bimodal Hearing Perangkat implant koklea dari atas. Drying box, remote assistance, minimic, baterai rechargeable , baterai dispossible dan sound processor. Pada tahun 2015 lalu, Azelia mengalami penurunan respon dengar untuk pertama kalinya. Ia selalu nampak begitu kelelahan setiap kali pulang sekolah. Bukan hanya itu saja, emosinya pun nampak sangat tidak stabil. Sering memarahi kedua... Continue Reading →
Mendengar dengan Dua Telinga, Lebih baik.
Beberapa alat bantu dengar dan fm system yang pernah dipakai Azelia sebelum menjalani operasi implant koklea. Part 1_Binaural Hearing. Menerima kenyataan putri pertama kami terlahir dengan kondisi tunarungu, awalnya terasa begitu berat. Bahkan sangat berat. Namun seiring berjalannya waktu, rasanya tiada putus hati ini mensyukuri apa yang telah Allah karuniakan kepada kami. Ada begitu banyak... Continue Reading →
Insiden alat implant mati saat UTS
Koil inilah yang ketika itu harus diganti. Ukurannya memang kecil, tapi sangat besar manfaatnya bagi Azel. Memasuki pondok pesantren, merupakan tantangan tersendiri bagi Azelia putriku yang berkebutuhan khusus. Ia dituntut mampu bertanggung jawab atas kebutuhan khususnya sendiri. Setiap malam sebelum tidur, putriku harus memastikan alat pendengarannya tersimpan dengan baik di kotak pengering baik itu dalam... Continue Reading →
Bimodal Hearing, Pendidikan, Masa Depan dan Tantangannya.
Perangkat Alat Pendengaran yang pernah dan masih digunakan Azel untuk mensupport kebutuhannya akan pendidikan. Ketika menyaksikan putriku harus tergantung pada baterai, sound processor implant koklea, dan alat bantu dengar hanya untuk mendengar…. Ada rasa sedih terbetik jauh di relung hati. Tapi ketika ingat apa yang sudah dicapainya sejauh ini, dan ingat betapa saat ini dia... Continue Reading →
Bukan Sekedar Sulaman.
Nama yang tertulis di jilbab dan baju - baju yang dibawanya ke pondok saat itu memang terkesan tak rapi. Tidak serapi nama yang tercetak melalui mesin bordir.Karena memang tulisan ini tercipta dari jahitan tangan. Sulaman tangan seorang ibu yang sebetulnya tak begitu mahir menyulam. Ada begitu banyak makna dari setiap jahitan dan tusukannya.Sulaman ini adalah... Continue Reading →