Bukanlah perkara mudah bagi seorang anak berkebutuhan khusus, untuk membuat dirinya layak diterima masyarakat luas. Ia harus melawan begitu banyak stigma masyarakat tentang keberadaan dirinya. Keterbatasan-keterbatasan yang menjadi kelemahannya, seolah menjadi pembenar munculnya perlakuan diskriminatif masyarakat terhadapnya. Sebuah langkah awal diambil. Setelah 2 tahun menyekolahkanAzel di sebuah SLB B, kami mengikutkan Azel mengikuti testing di... Continue Reading →