Aku dan Diamku

Diantara begitu banyak suara, hanya sunyi yang kurasa
Diantara begitu banyak bunyi,
Hanya senyap yang kutangkap
Tiada suara, tiada bunyi
Sunyi….dan senyap
Itulah aku dalam diamku

Dua tahun berlalu
Tak satupun kata keluar dari mulutku,
Kelu, lidahku terasa begitu kelu
Aku ingin berucap, namun kemana perginya suara dan bunyi itu…
Karena aku hanya mampu rasakan senyap
Duniaku sunyi…tanpa suara dan bunyi

Berlari…
Melompat,
Berteriak…
Menjerit
Dan bergerak,
Hanya itu yang kumampu
Aku bingung….
Dalam diamku.

Aku ingin berkata,
Ingin pula berucap
Namun apa daya
Semua terasa begitu berat…
Lidahku kelu,
Telingaku diam dan membisu
Otakku kosong tanpa rekaman suara dan kata kata.

Ibu….
Ingin rasanya aku memanggilmu
Ayah…..
Rindu rasanya bersenda gurau denganmu
Aku bukanlah anak aneh
Yang tanpa hati
Aku anakmu yang tetap setia menanti
Sentuhan lembut yang membuatku terasa begitu berarti

Jangan diamkan aku,
Jangan abaikan aku,
Aku pun rindu bercakap denganmu
Tolonglah aku
Bantulah aku
Semampu kuasamu.
Karena aku rindu dan ingin segera keluar dari diamku.

Bekasi, 30 November 2017
By Anita Fatmawati

Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.

Atas ↑